
BANGSRI – SMK Darul Musyawaroh Bangsri terus berkomitmen untuk meningkatkan daya saing serta kesiapan kerja para pesertanya di dunia industri. Salah satu langkah nyata yang terus dioptimalkan adalah penerapan mata pelajaran keahlian teknik pengelasan, khususnya materi Shielded Metal Arc Welding (SMAW) atau yang populer dikenal sebagai las listrik.
Melalui pembelajaran teori dan praktik intensif di bengkel pengelasan sekolah, para siswa dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai teknik penyambungan logam. Materi yang dipelajari mencakup pengenalan alat dan bahan, pengaturan arus listrik (ampere), pemilihan elektroda yang tepat, hingga penerapan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa penguasaan teknik las SMAW sangat vital karena metode ini merupakan dasar dari berbagai proses pengelasan di industri manufaktur, konstruksi, hingga perkapalan. Dengan menguasai teknik dasar hingga tingkat mahir, para lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang relevan dan siap bersaing di pasar kerja.
“Pembelajaran las SMAW ini difokuskan pada pembentukan keterampilan teknis sekaligus kedisiplinan kerja siswa. Kami ingin memastikan setiap lulusan memiliki standar kompetensi yang diakui oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI),” ujar salah satu pengajar teknik pengelasan di SMK Darul Musyawaroh.
Selama jam praktik berlangsung, para siswa terlihat aktif menguji coba berbagai teknik sambungan, seperti sambungan tumpul (butt joint) dan sambungan sudut (fillet joint). Mereka juga dilatih untuk menganalisis hasil lasan, meminimalkan cacat pengelasan, serta melakukan pembersihan kerak (slag).
Dengan adanya penguatan program praktik las SMAW ini, SMK Darul Musyawaroh Bangsri berharap dapat terus melahirkan tenaga kerja tingkat menengah yang kompeten, disiplin, dan memiliki daya saing tinggi, baik untuk bekerja di perusahaan nasional maupun membuka usaha bengkel las secara mandiri.
Selama kegiatan praktik berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari persiapan bahan, proses penyalaan busur listrik, hingga pembersihan kerak las (slag) untuk memeriksa kualitas hasil pengelasan.
Penerapan program praktik ini diharapkan tidak hanya mencetak tenaga kerja tingkat menengah yang terampil, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi siswa yang ingin membuka usaha mandiri di bidang bengkel las maupun fabrikasi logam.